Kapan Susu UHT Boleh Diberikan Untuk Anak? Berikut Jawaban Lengkapnya

Pertanyaan ‘kapan balita sudah boleh minum susu UHT’ begitu sering ditanyakan oleh orang tua yang ingin memberikan nutrisi tambahan. Memang, selain praktis dan nikmat rasanya, susu UHT dipercaya memiliki kandungan nutrisi yang amat baik untuk pertumbuhan anak kecil.

Susu Ultra High Temprature atau UHT memiliki kandungan nutrisi antara lain, Kalsium dan Protein, yang teramat penting guna mengoptimalkan pertumbuhan anak. Sebagaimana yang Anda ketahui, kalsium menjadi unsur penting yang dapat menunjang pertumbuhan gigi dan juga tulang. Sementara itu, kandungan protein selain untuk pembentukan otot, juga berperan penting dalam proses penyembuhan, memperkuat imunitas tubuh, serta membantu regenerasi jaringan sel-sel selama proses penyembuhan.

Selain diperkaya tinggi nutrisi, susu UHT terbilang sangat steril, hal ini disebabkan karena proses dipanaskan 2-4 detik dengan suhu tinggi, berkisar 137 derajat Celsius. Proses pemanasan singkat dalam suhu tinggi ini bertujuan untuk membunuh kuman dan bakteri yang terdapat pada susu sapi segar. Dan tentu saja, proses pemanasan tersebut menjadikan susu UHT dapat disimpan dalam waktu lama meski dengan suhu ruangan, selagi kemasannya tertutup rapat.

Meski demikian, pemberian susu UHT ini tidak boleh asal-asalan diberikan pada anak-anak. Ada catatan-catatan yang perlu diperhatikan secara cermat oleh orang tua. Salah satunya berkaitan dengan usia

Kapan Anak Dibolehkan Minum Susu UHT?
Usia anak yang dianjurkan untuk boleh mengkonsumsi susu UHT adalah usia satu tahun ke atas. Mengapa demikian? Alasannya, karena bayi yang baru lahir memiliki saluran pencernaan dan fungsi ginjal yang belumlah sempurna.

Hal mana apabila diberikan terlalu lebih awal, kandungan elektrolit tinggi dari susu UHT ini belum dapat diolah secara efektif oleh ginjal bayi. Jika dipaksanakan, anak akan beresiko mengalami gangguan fungsi ginjal di hari kemudian. Selain fungsi ginjal yang belum sempurna, saluran cerna bayi di bawah satu tahun juga belum mampu mencerna nutrien yang terdapat pada susu UHT. Jika dipaksakan, bayi bisa terkena gangguan pencernaan seperti diare, dan lain-lain.

Tidak seperti susu UHT, ASI eksklusif dan susu formula (sufor) mengandung nutrien dan juga elektrolit yang terbilang sesuai dengan fungsi ginjal dan saluran cerna bayi. Atas dasar pertimbangan itulah, pemberian susu UHT sebaiknya dilakukan ketika anak sudah memasuki usia satu tahun.

Porsi Susu UHT yang Dianjurkan
Orang tua bisa menginisiasi pemberikan Susu UHT secara bertahap perihal takaran atau porsi. Pemberian susu UHT untuk anak 1 tahun sebaiknya dibatasi kurang lebih 200 ml sebanyak dua gelas per harinya.

Selain itu, sebaiknya memberikan susu UHT juga harus diatur agar tidak terlalu dekat dengan jadwal makan si kecil. Mengingat nutrisi yang disarankan untuk anak usia satu tahun ke atas sebaiknya bersumber dari makanan padat, maka susu UHT dapat dijadikan alternatif pendamping makanan tersebut. Selain itu, penting kiranya orang tua untuk perhatikan beberapa hal sebelum memberikan susu UHT kepada sang anak:

  • Perhatikan kemasan dan tanggal expirred. Tidak cukup hanya memastikan susu UHT belum kadaluwarsa. Bahkan, jika dilihat kemasan susu sudah rusak, sebaiknya susu tidak lagi diberikan kepada anak.
  • Simpan susu UHT di tempat yang sejuk, terhindar dari sinar matahari langsung, atau simpanlah di dalam lemari es. Apabila kemasan sudah dibuka, dianjurkan untuk segera menghabiskannya agar tidak terkontaminasi dengan bakteri.
  • Pastikan bahwa si anak tidak alergi susu sapi. Banyak kasus anak kecil yang alergi terhadap susu sapi. Hal mana niat memenuhi nutrisi justru berakibat tidak baik terhadap kesehatan anak.

Nah, demikianlah informasi terkait kapan sebaiknya anak dibolehkan minum susu UHT beserta penjelasan lainnya. Salam sehat ya Parents.